UPACARA HUT RI KE 74 SABTU 17-08-2019

Dalam rangka untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 serta untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme, Kelurahan Tunggulwulung mengadakan   upacara bendera dengan peserta ketua RT, ketua RW, LPMK, BKM ,PKK, Karangtaruna serta sekolah yang berada diwilayah Kelurahan Tunggulwulung. Dengan petugas upacara siswa-siswi dan guru dari SMK FARMASI MAHARANI  berjalan dengan lancar dan tertib. Atas nama Kelurahan Tunggulwulung kami ucapkan terima kasih yang  sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menudukung serta ikut berpartisipasi pada kegiatan   tersebut. Mudah- mudah di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi dan semakin kompak.

Sosialisasi administrasi kependudukan dan perijinan

Guna meningkatkan wawasan adminstrasi kependudukan dan perijinan bagi ketua RT dan RW se Kelurahan Tunggulwulung maka diadakan sosialisasi kependudukan dan perijinan pada hari Rabu 14 Agustus 2019 tempat pendopo kelurahan dengan narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu DPMPTSP

Sosialisasi hidup sehat dan bersih PHBS

Penerimaan Rasda


Penerimaan rasda untuk alokasi bulan Juli 2019 dengan jumlah keluarga penerima manfaat 115 KK

Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup

Kerja bakti Dinas Lingkungan Hidup di TPS Tunggulwulung, Kamis 27 Juni 2019

Kelurahan Siaga

Koordinasi kelurahan siaga, Rabu 26 Juni 2019

 

PELATIHAN SULAM PITA

Senin tanggal 24 Juni 2019.

Dilaksanakan Pembinaan dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Kelurahan Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, pelatihan sulam pita dengan pemateri dari Nuris Souvenir.

Penyaluran Rasda untuk bulan 3,4,5, dan 6 Jumat 21 Juni 2019

Perekaman e-KTP Diperpanjang Sampai Pertengahan 2017

Beberapa waktu lalu Kementerian Dalam Negeri sempat melakukan uji coba untuk batas waktu pengurusan kartu tanda penduduk (e-KTP) pada 30 September 2016. Kini Kemendagri memutuskan bahwa tenggat waktu untuk pengurusan e-KTP pada pertengahan 2017.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa deadline sampai 2017 itu terkait dengan dimulainya tahapan pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Dia mengingatkan agar semua warga negara yang sudah berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman data e-KTP.

Apabila sampai pertengahan 2017 tak juga melakukan perekaman data e-KTP, Kemendagri tak mau disalahkan jika mereka tak mendapatkan KTP elektronik. Namun Tjahjo menegaskan bahwa meski belum punya e-KTP warga negara yang sudah berusia 17 tahun tetap bisa menggunakan hak pilih mereka di Pileg dan Pilpres 2019.

“Target (perekaman e-KTP) sampai pertengahan 2017, karena sudah dimulai tahapan-tahapan dalam kerangka Pileg dan Pilpres serentak 2019. Minimal 101 daerah Pilkada paling lambat November dan Desember selesai. Kalau belum ada yang mau merekam, jangan salahkan kami, kalau tidak mendapat e-KTP, akan mendapat formulir perekaman. Tetapi hak pilih harus kita jamin, kalau belum dapat e-KTP, masih bisa memilih, walaupun dengan KTP lama. Yang penting merekam dulu,” kata Tjahjo usai menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Kantor Pusat Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).

Menurut Tjahjo saat ini keinginan masyarakat untuk membuat e-KTP sudah mulai membaik. Banyak masyarakat yang sudah mulai melakukan perekaman data. Dia berharap pertengahan 2017 semua masyarakat yang berhak bisa mendapatkan e-KTP. Bulan ini juga anggaran untuk pembuatan 20 juta e-KTP yang sempat tertahan akhirnya dicairkan.

Terkait berita di atas, warga Kota Malang dapat melakukan perekaman di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Gedung Pelayanan Terpadu Jl. Mayjen Sungkono pada jam kerja. Sementara untuk pelayanan perekaman hari Sabtu-Minggu di Kecamatan telah berakhir tanggal 25 September lalu.

Sedangkan bagi warga yang mengajukan pembuatan e-KTP, yang sudah perekaman dan memenuhi berkas persyaratan (melengkapi Blanko F.1-2.1, copy KK, asli KTP lama) cukup sampai di kelurahan setempat. Tidak perlu mengurus ke Dinas yang jauh jaraknya dan gratis.


Sumber berita dan telah edit:
http://news.detik.com/berita/d-3311863/mendagri-batas-perekaman-e-ktp-diperpanjang-sampai-pertengahan-2017

Batas Akhir Perekaman KTP Elektronik (e-KTP)

30 September 2016 Batas Akhir Perekaman KTP Elektronik (e-KTP)

DIREKTUR Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah mengatakan perekaman data kependudukan untuk kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dibatasi hanya hingga 30 September 2016.

“Bagi penduduk yang sampai 30 September 2016 belum merekam (data kependudukan) akan kami nonaktifkan datanya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/8).

Tindakan tersebut, lanjutnya, merupakan sanksi yang dijatuhkan negara untuk menjadikan penduduk Indonesia tertib, dikarenakan hingga 20 perpanjangan waktu yang diberikan Kemendagri, masih ada 22 juta penduduk Indonesia yang tercatat belum merekam data untuk e-KTP.

Padahal, dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2013 telah dinyatakan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua penduduk Indonesia harus sudah memiliki e-KTP. “Filosofinya, penduduk juga harus tertib, bukan hanya negara yang harus tertib,” katanya.

Selain itu, Zudan juga menambahkan penduduk yang kemudian datanya dinonaktifkan memiliki risiko tidak mendapatkan pelayanan publik.

“Misalnya dalam mengakses Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), pelayanan perbankan, kemudian membuka kartu perdana telekomunikasi, itu semua basisnya Nomor Induk Kependudukan dan KTP elektronik. Jadi hak penduduk tidak bisa dipenuhi kalau tidak ada itu,” terangnya.

Terkait dengan risiko tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan penduduk adalah memastikan dirinya telah merekam data kependudukan ke Dinas Dukcapil, sehingga datanya tidak diblokir.

“Bukan ke kecamatan atau ke kelurahan, karena yang bisa membuka akses hanya Dinas Dukcapil, sedangkan kecamatan dan kelurahan hanya bisa membaca datanya tetapi tidak bisa mengubah aksesnya,” jelas Zudan. (OL-5)

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/62332/batas-akhir-perekaman-e-ktp-30-september-2016/2016-08-18