Berita

Gizi Buruk Jadi Perhatian Serius, Kelurahan Tunggulwulung Gelar Sosialisasi

Mengungkap gambaran kondisi anak Indonesia saat ini, menjadi perhatian khusus jika memperhatikan data hasil riset Bank Dunia tahun 2018, Indeks SDM Indonesia menempati urutan ke-87 dari 157 negara, 7 juta anak Indonesia kekurangan gizi sejak pandemi COVID. Satu dari empat balita di Indonesia mengalami stunting.

Di tingkat provinsi, 16 dari 100 anak balita di Jawa Timur berstatus gizi buruk (tahun 2018) dan 32 dari 100 anak balita di Jawa Timur berstatus gizi stunting (tahun 2018).

Khusus di Kelurahan Tunggulwulung terdapat 17 dari 100 anak yang tinggi badannya di bawah normal (Agustus 2022) dan masih ditemukan balita dengan status gizi sangat kurus (September 2022)

 

Data di atas diungkap oleh Dra. Ririt Puji Rezeki (Penyuluh KB Madya) saat tampil sebagai pemateri pertama di kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Stunting serta Gizi Buruk pada Balita di Kelurahan Tunggulwulung (Kamis, 27/10/2022).

Pemerintah melalui Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, menargetkan hingga 14% di 2024 dari 27,6% pada 2019. BKKBN memegang kendali pencegahan stunting ini.

Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak sekolah, karena merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul. Upaya dilakukan agar jangan sampai ada stunting, kematian bayi, kematian ibu yang meningkat.

Tiga komponen penanggulangan stunting, pertama Pola asuh : gizi seimbang, kehamilan, persalinan, ASI, posyandu, imunisasi. Kedua Pola makan : sejak catin, hamil dan usia balita. Ketiga adalah sanitasi : akses air bersih dan perilaku bersih

Sementara itu, pemateri kedua Linda Hariani, S.Gz. memberikan penjelasan seputar gizi dan penanganan gizi buruk pada anak.

Kegiatan sosialisasi diadakan di pendopo Kelurahan tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Kelurahan Tunggulwulung, Ibu Rina Handayani, S.Pd. dan diikuti sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari TP PKK Kelurahan Tunggulwulung, Kelompok PKK RW dan RT serta kader posyandu di wilayah Kelurahan Tunggulwulung.*

 

(ns/dmb)