Berita

Stop Perundungan dan Kekerasan Seksual Anak!

Mendukung terwujudnya Kota Layak Anak, Kelurahan Tunggulwulung menggelar Sosialisasi Pencegahan Perundungan (Bullying) dan kekerasan Seksual pada Anak, bertempat di Pendopo Kelurahan Tunggulwulung, Sabtu (12/11/2022).

Dibuka oleh Lurah Tunggulwulung Dani Maroe Beni, S.Sn, M.Med.Kom, sosialisasi yg menjadi bagian Sub Kegiatan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan ini diikuti oleh sekitar 30 anggota peserta yang terdiri dari anggota Forum Anak Tunggulwulung (Furuta). Kegiatan juga dihadiri Ketua RW, Kader Lembaga Kemasyarakatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Anak-anak saat ini adalah generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa pada masa depan,” ujar Dani dalam sambutannya. “Oleh karena itu sosialisasi ini menjadi salah satu ikhtiar untuk melindungi tumbuh kembang anak, baik fisik maupun psikis,” lanjutnya.

Dalam sosialisasi ini hadir dua orang narasumber. Narasumber pertama adalah Luluk Khalifah, SE, MM, dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) Kota Malang.

Luluk menjelaskan mengenai Kota Layak Anak. Bagaimana menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, serta Panduan dan Pengembangan Kelurahan Layak Anak Kota Malang.

Narasumber kedua adalah Dra. Winartiningsih, MM dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang.

Winartiningsih yang didampingi oleh timnya memaparkan langkah-langkah pencegahan kasus perundungan dan kekerasan seksual pada anak.

Dalam paparannya ia menyebutkan tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, memprioritaskan aksi pencegahan kekerasan pada anak dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kedua, memperbaiki sistem pelaporan dan layanan pengaduan terjadinya kekerasan terhadap anak.

Ketiga, melakukan reformasi besar-besaran pada manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap anak agar bisa dilakukan dengan cepat, terintegrasi, dan komprehensif.


Selain penyampaian materi, agar lebih menarik, para peserta juga diajak terlibat dalam gerak dan permainan. Di akhir acara seluruh peserta mengikrarkan komitmen bersama untuk Menyetop segala bentuk aksi Perundungan dan Kekerasan pada Anak.*** (dmb)